Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK)

“Agama tanpa ilmu adalah buta, Ilmu tanpa agama adalah lumpuh” kutipan dari Albert Einstein, Bapak Fisikawan dunia, yang juga diyakini oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Sejalan dengan hal tersebut, sejak awal berdiri, di tahun 1957, UMS tidak hanya mengutamakan pendidikan akademis dalam membekali para mahasiswanya di masa depan, namun juga memfasilitasi para mahasiswanya untuk dapat mempelajari ilmu keislaman secara lebih dalam melalui program Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Pentingnya keseimbangan antara pendidikan ilmu pengetahuan dan pendidikan keagamaan sangat disadari oleh UMS, sehingga AIK diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa UMS.

AIK sendiri merupakan pendidikan agama yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa dalam empat semester awal mereka belajar di UMS yang berupa mata kuliah tentang Islam serta pendampingan di luar mata kuliah yang berupa kajian. Karena sejatinya UMS percaya bahwa pendidikan karakter dan keagamaan berperan untuk meningkatkan kualitas lulusan, serta menjadikan mereka unggul di masyarakat. Selain itu tujuan AIK adalah pemberantasan buta huruf Al-Quran dan pemetaan baca Al-Quran. Adapun AIK disusun dalam berbagai kegiatan, yaitu:

1. Mata kuliah 8 SKS

Setiap mahasiswa baru UMS wajib mengambil 8 SKS AIK yang dibagi ke dalam 4 semester, artinya para mahasiswa tersebut akan mendapat mata kuliah AIK 2 SKS tiap semesternya.

2. Mentoring

Selain metode tatap muka di dalam kelas, AIK pun melakukan pendampingan setiap hari Sabtu per pekannya. Mentoring atau pendampingan yang dilakukan berupa diskusi dalam kelompok mengenai tema yang dibahas hari tersebut. Para mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan didampingi oleh mentor-mentor yang merupakan mahasiswa senior UMS yang telah dilatih untuk membantu para mahasiswa baru untuk belajar keagamaan.

3. Menginap di Pondok Shobron

AIK juga diberikan dengan memberikan pengalaman langsung menjadi santri pesantren dengan menginap 8 hari di Pondok Shobron selama mereka berkuliah di UMS. Di pondok ini, mereka belajar agama, tata cara beribadah, ibadah wajib dan sunnah, serta diskusi Al-Quran.

4. Kajian, Pengajian, dan Pelatihan

Secara rutin, selain mentoring, AIK pun mengadakan kajian tentang keagamaan, pengajian serta pelatihan yang diharapkan dapat menciptakan generasi yang tidak hanya berprestasi di dalam ilmu duniawi, namun juga kokoh dalam agamanya.