Eltrums Sebagai Wadah Kreatifitas Anak Bangsa

Dikirim oleh ridlo pada Sen, 05/07/2018 - 09:03
eltrums-2018

Kemajuan sebuah negara tidak terlepas dari adanya kreatifitas dari generasi muda, terutama dalam hal teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang pesat, sudah barang tentu pengenalan teknologi menjadi hal sangat penting untuk ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Hal ini mendorong Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro (KMTE) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Komunitas Aerobo, Robot Research, dan Gos Eltrum menggelar Elektro Line Tracer Competition (Eltrums) 5, Sabtu – Minggu (05-06/05/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di Edupark UMS ini digelar secara nasional. Peserta dari kompetisi ini meliputi seluruh pelajar dari SD, SMP, hingga SMA se-Indonesia. Ada yang berasal dari Trenggalek, Jakarta, Wonogiri, Jogja, Ponorogo, dan lain sebagainya.

Terhitung ada 21 tim yang terdaftar pada kompetisi ini. Masing-masing tim beranggotakan 3 orang dengan 1 pembimbing. Menariknya, kompetisi ini tidak ada pembagian kluster umur maupun tingkat pendidikan. Antara peserta SD, SMP, hingga SMA seluruhnya digabung menjadi satu.

Ketua Panitia Eltrums 5 dalam Kompetisi roket air, Vide Wusidal Amru mengungkapkan bahwa tujuan dari penyelenggaraan kompetisi ini yaitu untuk menampung kreatifitas dari pelajar. “Kita menampung kreatifitas anak-anak SD, SMP, SMA yang ada disini. Khususnya kreatifitas yang kita tamping di bidang robotika dan roket air,” ungkapnya ketika ditemui.

Kompetisi yang diselenggarakan selama 2 hari tersebut salah satunya adalah lomba roket air yang digelar pada hari Sabtu. Alasan pemilihan lomba roket air ini dirasa mudah, apalagi peminatnya cukup banyak. Selanjutnya pada hari Minggu, lomba yang akan digelar adalah lomba Robot Line.

Vide juga menjelaskan mengenai sistem kompetisi ini yaitu adu tepat sasaran. Bagi setiap tim yang meluncurkan roketnya, semua harus tertuju pada sasaran yang jaraknya 70 meter dari titik launcher. Pada sasaran tersebut terdapat batas bendera yang masing-masing memiliki poin yang berbeda-beda. Kemudian setiap peserta diberikan kesempatan 2 kali peluncuran, dan dari total peluncuran itulah poin yang mereka dapat akan dijumlahkan.

Dia berharap dari penyelenggaraan kompetisi ini nantinya seluruh peserta dapat semakin bersiap untuk bersaing di dunia luar. “Semoga seluruh siswa dan siswi ini dapat siap bersaing di dunia luar, di bidang robotika dan roket air. Apalagi ini tingkatnya nasional. Jadi semoga bisa mempersiapkan untuk bersaing di tingkat ini,” harapnya. (Khairul)