Juara ke-6 NUDC, UMS Maju ke Tingkat Nasional

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 07/22/2017 - 01:27
nudc-ums-6

National University Debating Championship (NUDC) merupakan acara debat bahasa inggris yang diselenggarakan oleh Ristekdikti. NUDC dibagi menjadi tiga tahap seleksi, yakni seleksi tingkat universitas, seleksi tingkat kopertis dan puncaknya adalah tingkat nasional. NUDC tingkat kopertis diadakan selama tiga hari (12-14/7) kemarin. Pada kompetisi tersebut UMS meraih posisi ke enam tingkat kopertis VI dan berhak melaju ketingkat nasional bersama delapan universitas lainya di kopertis VI.

Mira salah satu peserta NUDC perwakilan UMS menjelaskan bahwa keikut sertaanya ini adalah pengalaman yang kedua kalinya lolos ke tingkat nasional setelah maju ke tingkat yang sama pada tahun 2015 silam, sedangkan untuk tingkat kompetisinya tahun 2017 lebih kompetitif dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Bagi Mira mencapai semi final bukanlah perkara mudah, pasalnya ia harus bersaing dengan 40 Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah. Berbagai persiapan telah dilaksanakan sebelumnya, salah satunya adalah menjalin kerjasama tim yang baik dengan rekan setimnya. "Kami saling menyesuaikan diri, berlatih bergantian sebagai pembicara satu atau pembicara dua, setelah dirasa cukup kami melakukan simulasi debat" terangnya.

Sedangkan rekanya Putri menerangkan bahwa tema pada kompetisi ini sangat bervariasi. Mulai tema umum seperti ekoomi, politik dan kesehatan hingga tema yang kurang familiar dibicacrakan di Indonesia seperti gerakan feminism, Lesbian, Gay, Transgender, bahkan Animisme (tidak percaya Tuhan). "Semi final kemarin kita dikasih tema tentang Parlemen yang percaya kalau Amerika sedang menuju kehancuran. Karena tidak begitu paham dengan kasusu tersebut, kami hanya di fourth range" ujarnya.

NUDC tingkat nasional akan diselenggarakan pada tanggal 3-8 September mendatang, bertempat di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Untuk kopertis VI ada sembilan tim yang maju, dua tim berasal dari Solo sedangkan tujuh tim lainya berasal dari Semarang. (Ahmad)