Sekolah Vokasi UMS Gelar Bina Mental dan Fisik Berikan Bekal Untuk Hadapi Perkuliahan

Dikirim oleh ridlo pada Rab, 09/06/2017 - 11:48
bina-mental-vokasi

Persiapan mahasiswa dalam menghadapi masa perkuliahan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menunjang mahasiswa dalam menyiapkan diri menghadapi perkuliahan yang akan berlangsung, seperti pengenalan terhadap universitas, fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga tenaga pengajarnya. Salah satu bentuk persiapan yang tidak kalah penting untuk dilakukan yaitu Bina Mental dan Fisik yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Penyelenggaraan kegiatan mental dan fisik ini dilaksanakan atas kerjasama antara Sekolah Vokasi UMS dengan Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 916 Samber Nyowo UMS. Kegiatan yang dihadiri sekitar 60 mahasiswa Sekolah Vokasi UMS ini telah dibuka di Lapangan Kampus 2 UMS, Senin (4/9). Rencananya kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Shobron Timur ini akan ditutup pada Senin (11/9).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 1 minggu ini, menurut Yunjiani Arrohim selaku Komandan Batalyon Komando Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 916 Samber Nyowo UMS menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan Bina Mental dan Fisik Sekolah Vokasi UMS ini yaitu untuk mempersiapkan diri mereka untuk kedepannya, baik dalam masa perkuliahan maupun di dunia kerja.

“Tujuannya yang pertama memang untuk mempersiapkan mereka untuk kedepannya di masa kuliah bisa aktif serta disiplin dan diharapkan berlanjut hingga ke dunia kerja serta menjadi sosok yang berkarakter. Dan punya nasionalisme itu jelas karena ini juga kegiatan bela negara,” ungkapnya ketika diwawancarai usai upacara pembukaan.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan selama 4 kali ini juga memiliki beragam agenda yang menarik dan bagus untuk diikuti. Beberapa agenda tersebut seperti pemberian materi mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan, pengetahuan mengenai bahaya Narkoba, hingga materi penanggulangan bencana. Tidak hanya materi yang diajarkan dalam Bina Mental dan Fisik tersebut, pelatihan-pelatihan fisik pun juga diberikan kepada mereka, seperti teknik tempur dasar, baris-berbaris, serta bela diri militer.

Salah satu materi yang penting diikuti bagi mereka sebagai generasi muda yaitu mengenai bahaya Narkoba yang disampaikan langsung oleh Agus Widonarko selaku Koordinator Relawan Penyuluh BNK/Tim P4GN Sukoharjo, Rabu (6/9). Dalam kesempatan ini, dia memaparkan bahwa bahaya narkoba tersebut pasti akan menjerumuskan si pemakainya terhadap kenakalan-kenakalan remaja yang nantinya berpotensi merusak diri mereka.

Bahaya narkoba itu tidaklah berdiri sendiri. Bahaya narkoba itu mesti berkolaborasi dengan berbagai macam kenakalan remaja. Kenakalan remaja tersebut bisa seperti tawuran, merokok, hingga pergaulan bebas,” paparnya.

Dia juga menjelaskan kepada para peserta dalam Bina Mental dan Fisik tersebut bahwa agar dapat menolak pengaruh dari narkoba tersebut mereka harus menolaknya dengan cara kompak. Sebab masuknya narkoba yang berasal dari luar negeri hingga masuk ke Indonesia awalnya dengan memecah belah persatuan Bangsa Indonesia terlebih dahulu.

“Maka dari itu disini kan sudah dibekali dengan disiplin yang luar biasa dan kekompakkan yang bagus astinya dijamin kalian memiliki ilmu kekompakkan. Untuk melawan narkoba sehingga tidak masuk ke lingkungan kita maka harus ditolak dengan cara kompak, jangan sampai tercerai berai dan jangan sampai mau di adu domba,” jelasnya. (khairul)