Tanggap Darurat Bencana Pacitan: Lazismu UMS Adakan Program Bedah Rumah dan Penyaluran Pakaian Pantas Pakai

Dikirim oleh ridlo pada Sab, 02/03/2018 - 10:53
bedah-rumah-pacitan

Bencana alam hingga saat ini masih melanda beberapa wilayah yang berada di Indonesia. Salah satu faktor yang menyebabkan bencana tetsebut terjadi karena curah hujan yang terus meningkat. Bagii beberapa masyarakat yang terkena dampak dari bencana tersebut, tentu memerlukan bantuan dari banyak pihak. Melihat hal tersebut, Lazismu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan program bedah rumah dan penyaluran pakaian pantas pakai di Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Rabu (24/01/2018).

Dalam program tersebut, Lazismu UMS menyalurkan dana sebesar 40 juta rupiah yang akan digunakan untuk pembangunan rumah. Dalam pembangunan ini rencana akan dibangun 4 rumah dimana lokasinya tidak ada di garis kuning. Agar penempatan pembangunan tersebut berada di tanah yang tepat, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan melakukan pemantauan terlebih dahulu.

Sugeng Riyadi selaku pengurus Lazismu UMS menyampaikan bahwa program tersebut merupakan kelanjutan dari pengiriman bantuan bencana alam di Pacitan yang telah dilakukan pada Selasa (15/12/2017) yang lalu. “Jadi program ini adalah kelanjutan dari penyaluran bantuan kepada korban bencana longsor dan banjir yang kita salurkan sebelumnya,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan dari Lazismu UMS ini langsung diterima oleh Muhammad Isa Anshori selaku pengurus Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Dalam kesemptan tersebut dia mengungkapkan bahwa terdapat 3 rumah yang hancur total, kemudian 2 rumah hancur sebagian, dan 14 rumah memgalami retak-retak. ”Di desa sebelah ketika terjadi longsor kemarin ada 3 yang rumahnya hancur, 2 hanya sebagian, dan 14 retak-retak,” ungkapnya ketika ditemui di Pusat Pelayanan MDMC Tulakan, Pacitan.

Dia juga menambahkan bahwa seluruh warga yang tertimpa musibah tersebut ingin pindah. Namun belum ada tanah dan yang siap dibangun hanya 4 saja. “Warga sebenarnya ingin pindah semua, namun tanahnya belum siap dan ini baru 4 saja yang nantinya siap dibangun,” tambahnya. 

Pembangunan tersebut juga merupakan bentuk dari kerjasama antara MDMC Pacitan dengan pihak eksternal seperti Lazismu UMS. Untuk MDMC sendiri berusaha untuk menyediakan lahan bagi masyarakat agar bisa didirikan bangunan. Sedangkan untuk biaya pembangunannya sendiri mengandalkan bantuan dari pihak eksternal.

Selain itu, di Dusun Watulumbung, Desa Padi, Tulakan juga terdapat 1 rumah yang masuk kedalam tanah atau dikenal dengan selinghul. Menurut penelusuran pihak MDMC Pacitan, hal tersebut terjadi karena rumah yang amblas ini berdiri tepat diatas goa bawah tanah. Sehingga ketika terjadi banjir tanah tersebut tidak kuat dan menyebabkan rumah itu amblas.

Isa Anshori juga menambahkan selain pembangunan rumah, nantinya MDMC akan menyalurkan pakaian pantas pakai yang telah diberikan oleh Lazismu UMS. “Pakaian pantas pakai ini nantinya akan kami salurkan secara merata di desa-desa yang ada di Tulakan” ungkapnya. (Khairul)