Pembangkit Listrik Energi Terbarukan dan Integrasinya ke Sistem Kelistrikan

Agus Ulinuha, S. T., M.T., Ph. D.

Agus Ulinuha, S. T., M.T., Ph. D. adalah dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta yang mengajar di Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika. Beliau mengambil bidang keilmuan elektro atau sistem energy, sejak studi Strata 1 di Universitas Diponegoro (1989), dilanjutkan dengan studi program magister di Universitas Gadjah Mada (1996), hingga mendapatkan gelar doktor di Curtin University of Technology (2007).

Beliau memulai karirnya sebagai seorang dosen di UMS sejak tahun 1994. Sejak menjadi pengajar di UMS, beliau terus mengembangkan bidang keilmuannya dengan menulis beberapa jurnal publikasi, di antaranya berjudul “Enhancement of Electrical Distribution System Operation using Intelligent Optimization Technique Considering Unbalanced Conditions” (2014) dan “Harmonic filter design using intelligent method for mitigation of distribution system distortion” (2015).

Tak hanya menulis jurnal, beliau juga aktif mengikuti konferensi dan presentasi yang diadakan baik di dalam maupun luar negeri, antara lain di event “the Sixth International Conference on Industrial Engineering and Operations Management (The 6th IEOM) di Kuala Lumpur, Malaysia (2016) melalui papernya yang berjudul “Application of Decoupled Harmonic Power Flow for Assessment of Harmonic Passive Filter Size and Location”. Selain itu, pada 2010, Dr.Ulin memperoleh penghargaan sebagai Juara Pertama Dosen Berprestasi oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI, Jawa Tengah.

Bersama Gunawan Ariyanto, S.T., M. Comp. Sc., Ph.D., beliau melakukan penelitian dengan judul “The Inclusion of Renewable Energy Generation as Distributed Generation Distribution System to Minimize Energy Loss and Control Reactive Power/Voltage”. Penelitian ini dimulai sejak bulan April 2016 dengan mendapatkan dana hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) yang dilakukan hingga 2019.

“Penelitian ini kami lakukan untuk mengintegrasikan renewable energy generation dengan system. Harapannya ke depan, renewable energy dapat berkontribusi dalam hal penyediaan energi. Saat ini, renewable energy, seperti solar cell, angin, maupun energi potensial air, masih digunakan secara stand alone (energi yang dihasilkan memasok beban ringan terpisah), misalnya lampu lalu lintas yang menggunakan solar cell, energi listrik yang dihasilkan oleh solar cell hanya dapat digunakan untuk menjalankan lampu lalu lintas itu sendiri saja. Dengan penelitian ini, penggunaan renewable energy dapat berkontribusi secara nyata dan dalam skala besar,” ujar Dr. Ulin.

Beliau juga menerangkan beberapa tahapan yang dilakukan dalam melakukan penelitiannya. Tahun pertama (tahap satu), beliau menyusun model dari bentuk-bentuk listrik terbarukan seperti solar cell, angin, dan bentuk pembangkitan terbaru lainnya. Model integrasinya ke dalam sistem kelistrikan akan disimulasikan. Tahun kedua penelitian (tahap kedua), akan dilakukan kunjungan Research Center di Australia yang bernama Centre for Smart Grid and Sustainable Power Systems, Perth. Dalam kunjungan yang direncanakan 1 bulan tersebut akan dipelajari secara langsung model integrasi pembangkitan listrik dengan energi terbarukan diintegrasikan ke dalam sistem kelistrikan dan memberikan kontribusi pemenuhan kebutuhan energy listrik. Termasuk yang akan dipelajari adalah sistem operasi dan kendalinya serta optimisasi grid connected system. Langkah berikutnya di tahun ke tiga, akan dibangun sistem pembangkit dengan energi terbarukan yang tersinkronisasi pada sistem kelistrikan eksisting pada skala laboratorium. Hasil riset tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk skala yang lebih luas dalam sistem yang lebih nyata.

Selaku Ketua LPPM, Dr. Ulin juga memberikan dorongan kepada para mahasiswa untuk memiliki budaya riset.  Pada saat ini Beliau melakukan kolaborasi riset dengan mahasiswa untuk mengembangkan sepeda motor elektrik dan sistem cuci mobil otomatis. Sejumlah mahasiswa dilibatkan untuk melakukan riset tersebut. Mereka berasal dari Prodi Teknik Elektro, Informatika dan Mesin. “Saya melihat potensi pemanfaatannya di Indonesia karena sepeda motor sangat banyak digunakan, sehingga ini dapat menjadi peluang yang baik bagi mereka untuk melakukan penelitian”, jelas Dr. Ulin.